UAE Embassy in Indonesia

UAE Embassy Jakarta : Beranda » UEA & Indonesia
Indonesian

Hubungan Uni Emirat Arab - Indonesia

Keinginan Indonesia untuk memperkuat persahabatan dan hubungan persaudaraan dengan Uni Emirat Arab tercermin dalam pengakuan langsung dari negara itu pada kemerdekaan pada tahun 1971.
Setelah pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 1976, mantan Presiden Soeharto mengunjungi UAE pada bulan Oktober 1977. Kedutaan Besar Indonesia di Abu Dhabi didirikan setahun kemudian sebagai awal hubungan antara kedua negara. Pada bulan Maret 1988 Mantan Wakil Presiden Prof BJ Habibi juga mengunjungi Uni Emirat Arab.

Kunjungan Presiden terdahulu UEA Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan ke Indonesia pada bulan Mei 1990 diikuti dengan pendirian Kedutaan Besar UEA di Jakarta pada tanggal 10 Juni 1991 lebih memperkuat hubungan persaudaraan antar kedua negara.

Ekonomi, perdagangan dan kerjasama antara UEA dan Indonesia:

Indonesia melihat Uni Emirat Arab sebagai salah satu pusat utama bisnis di dunia.Ekspor Indonesia ke UEA telah menjadi yang terbesar di Timur Tengah. Menyadari fakta ini, Pemerintah Indonesia membentuk perdagangan dan investasi kantor perwakilan untuk mempromosikan produknya di Uni Emirat Arab dan di seluruh wilayah Timur Tengah.

Hubungan ekonomi antara kedua negara yang semakin berkembang adalah sebagai berikut:

  • Perdagangan antara Indonesia dan UEA mencapai lebih dari US $ 2.18 milyar pada tahun 2008, meningkat 43% dibandingkan tahun 2007. Selama Januari 2010 perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai US $ 154 juta dibandingkan dengan US $ 120 juta pada periode yang sama tahun 2009.
  • ekspor utama Indonesia ke UAE terdiri dari tekstil, pakaian, kayu lapis, furnitur,elektronik dan kertas. Sementara Indonesia impor dari UEA, antara lain, minyak pelumas, produk kimia, bijih aluminium, besi tua dan lantai jagung.
  • Investasi utama UEA di Indonesia meliputi:
  • Proyek 1.5 milyar US $ oil rig di lepas pantai Pulau Batam dengan Dubai Drydocks dan Fabtech International Inc.
  • Proyek 1.7 milyar US$ real estate di Jakarta (Rasuna menjadi episentrum) dengan tak terbatas Duba.
  • Sebuah proyek logistik infrastruktur dengan RAK Minerals di Sumatra.
  • Etisalat membeli sebesar 438 juta US $ senilai saham Excelcom operator telekomunikasi Indonesia.
  • Beberapa perusahaan dari Uni Emirat Arab telah hadir di Indonesia selama bertahun-tahun. Yang terbaru adalah milik perusahaan raksasa Emmar Properties yang menandatangani MoU (nota kesepahaman) dengan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) di Indonesia untuk mengembangkan sebuah proyek 2 milyar US$  penginapan di Lombok.
  • Investasi utama Indonesia di UEA meliputi:
  • 30-50 US $ proyek konstruksi di Abu Dhabi oleh PT. Abu Dhabi Berakah Abdi Mulia.
  • Pembangunan gedung perkantoran oleh PT. Waskita Karya dan BUMN RI senilai US $ 900 juta.
  • Pada sisi investasi, telah ada peningkatan sejak tahun 2006 kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke UEA dan penandatanganan perjanjian untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan membentuk usaha bersama oleh Federasi UEA Kamar Dagang dan Industri dan Indonesia Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada tahun yang sama.
  • UAE saat ini mempekerjakan sekitar 100.000 pekerja Indonesia sebagai Maret 2010.

Sekilas mengenai Perdagangan antara UEA dan Indonesia

Perjanjian Bilateral antara UEA dan Indonesia :

  • Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pembentukan komisi bersamaUEA-Indonesia untuk kerjasama bilateral, yang ditandatangani  pada tanggal 18 Oktober 2010.
  • Perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik, khusus dan layanan, yang ditanda tangani pada tanggal 18 Oktober 2010.
  • MoU antara otorita Ras Al Khimah  dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada pengembangan kawasan industri di Tanjung Api-Api Pelabuhan, yang ditandatangani pada tahun 2008.
  • MoU tentang perlindungan tenaga kerja Indonesia di UEA, yang ditanda tangani pada 16 Desember 2007.
  • Perjanjian penghindaran pajak berganda dan pencegahan pengelakan pajak yang berhubungan dengan pajak atas penghasilan.
  • MoU transportasi udara, yang ditanda tangani pada tahun 2006.
  • MoU untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara lembaga berita resmi WAM dan Antara.
  • MoU memperkuat kerjasama bisnis antara Kamar Dagang dan Industri di UAE danRI, yang ditanda tangani pada tahun 2006.
  • Sebuah kesepakatan tentang kerjasama di bidang Pos dan Komunikasi antara kedua negara.
  • MoU Sister City antara Al Fujairah dan Provinsi Jawa Tengah, ditandatangani 2005.

Tonggak resmi kunjungan antara kedua Negara :

  • Kunjungan Mantan Presiden UEA Sheikh Zayed Bin Sultan AlNahyan ke Indonesia Mei 1990 dianggap sebagai tengara bagi kedua negara sahabat memungkinkan mereka untuk mengambil langkah lebar untuk memperkuat hubunganpersaudaraan mereka.
  • Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke UEA Mei 2006 adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah hubungan kedua negara di mana ia memuji hubungan dengan UEA dan hasil dari pembicaraan sejarah dengan Presiden UEA Sheikh HH bin Khalifa Zayed Al Nahyan dan para pejabat setempat.
  • Kunjungan resmi dari Menteri Luar Negari UEA Sheikh Abdullah bin HH Zayed AlNahyan, ke Indonesia 18-19 Oktober 2010.

Bantuan Kemanusiaan dan kerja sama

  • Upaya kemanusiaan UEA dalam memperluas dukungan dan bantuan kepada rakyat Indonesia selama mengalami krisis dan bencana alam seperti tsunami di Aceh, gempa di Jogjakarta dan untuk anak yatim dan orang miskin, yang sangat dihargai oleh masyarakat dan Pemerintah Indonesia sedangkan Presiden Indonesia  Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa UEA, di bawah kepemimpinan Syaikh Khalifa, adalah salah satu yang pertama untuk menjangkau masyarakat Indonesia pada waktu bencana yang melanda negara untuk meringankan penderitaan rakyat. Dia mengutip beberapa bantuan tengara UEA ke negara sebagai termasuk Desa Emirates, Syaikh Zayed Kota di Aceh 700 unit rumah, yang sedang dibangun bagi mereka yang kehilangan rumah mereka setelah kejadian tsunami.
  • Pembangunan 25 klinik medis umum dan 25 anak dan klinik perawatan ibu, disamping pembangunan lima panti asuhan dan renovasi 20 masjid di Indonesia, akan dilakukan oleh UEA melalui Bulan Sabit Merah UEA Society, RCS. Proyek perumahan total biaya sebesar US $ 2,3 juta.
  • Pembangunan Masjid, Mushalah dan  Penggalian sumur untuk memasok beberapa desa dengan air minum bersih di berbagai daerah di Indonesia.
  • Pembangunan 50 rumah, sekolah, klinik dan mesjid untuk menolong korban bencana alam gempa bumi di kampung Padang Alai, Sumatera Barat.
  • Mengatur acara buka puasa bersama untuk sedekah miskin, penyediaan dan penyebaran paket makanan selama bulan Ramadhan  serta pemotongan sapi untuk "Qurban" pada Idul Aldha.